Jumat, 31 Oktober 2014

Latar Belakang Routing sheet dan MPPC



Kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik industri manufaktur dan penggambarannya hasil rancangannya dikenal sebagai tata letak pabrik. Perancangan tata letak pabrik yang tidak cermat akan menyebabkan pola aliran barang yang tidak efektif serta meningkatkan biaya produksi. Tata letak yang baik selalu melibatkan tata cara pemindahan bahan di pabrik. Tujuannya adalah mempertimbangkan masukan-masukan yang tepat, dan merancang susunan yang dapat menyalurkan perpindahan masukan melalui sarana yang ada, sehingga kegiatan yang dibutuhkan berlangsung untuk mencapai keluaran yang diinginkan. Selain itu, aliran barang merupakan tulang punggung fasilitas produksi dan harus dirancang dengan cermat. Oleh karena itu, perancanaan aliran bahan menjadi dasar bagi rancangan seluruh fasilitas pabrik (Apple,1990). Perancangan aliran bahan membutuhkan beberapa informasi yang diperlukan seperti material dan  proses produksi yang dilakukan.  Informasi tersebut kurang diperhatikan saat merancang fasilitas pabrik, terutama jumlah mesin yang digunakan. Apabila perencanaan jumlah mesin tidak dilakukan dengan tepat, maka akan terjadi kekurangan atau kelebihan mesin, akibatnya akan menyebabkan tidak terpenuhi target produksi atau pemborosan jumlah produk yang diproduksi.
Penentuan jumlah mesin atau peralatan yang digunakan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang memberikan informasi material serta proses produksi secara sistematis dan jelas, yaitu routing sheet dan multi product process chart (MPPC). Manfaat yang diperoleh dari kedua alat tersebut adalah dapat menentukan jumlah mesin yang dibutuhkan serta keterkaitan komponen, operasi, dan produk. Masukan yang dibutuhkan dalam perhitungan adalah laju produksi dan persentase scrap. Penerapan routing sheet dan multi product process chart (MPPC) dilakukan pada produk meja belajar. Penerapan routing sheet dan multi product process chart (MPPC) diharapkan akan mampu memberikan informasi mengenai jumlah mesin sehingga berguna untuk menghitung jumlah luas area lantai produksi. Selain itu akan dapat terhindar dari kekurangan jumlah output produksi atau kelebihan produksi.
Produk yang akan diproduksi adalah meja belajar yang berbahan triplek, meja belajar dibuat karena adanya peluang pasar yang sangat besar mulai dari anak-anak hingga remaja. Tujuan dari mempelajari routing sheet dan multi product process chart (MPPC) adalah mengetahui proses produksi atau aliran material dari bahan mentah hingga produk jadi, hal itu dijadikan dasar dalam perencanaan tata letak fasilitas yang baik dan efisien. Tujuan lainnya adalah menentukan jumlah mesin optimum yang dibutuhkan dalam produksi meja belajar. Perumusan masalah dari routing sheet dan multi product process chart (MPPC) adalah bagaimana aliran urutan-urutan proses produksi meja belajar yang menjelaskan tahap-tahap yang dilalui bahan hingga produk jadi dan bagaimana menghitung jumlah mesin yang dibutuhkan di lantai produksi. Penerapan routing sheet dan multi product process chart (MPPC) bertujuan untuk mengetahui urutan produksi dan waktu yang dibutuhkan serta mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan berdasarkan laju produksi dan persentase scrap.